Kemarin aku pergi ke Mall. Ketika aku tiba disana, lagu "Menjemput Impian" (Kla Project) menyambut kedatanganku. Saat itu sempat aku terdiam. Aku ingat lagu itu pernah kuberikan buat kamu. Lagu yang selalu menjadi pembangkit semangat untuk menjumpaimu di Surabaya. Aku teringat juga kata² teman² ku, adikku, saudaraku disini, mereka selalu bilang "van, kamu tuh gila, apa nga capek bolak balik dps-sby mulu?" yang selalu aku jawab dengan senyuman. Pada awalnya aku tak mengerti kenapa mereka begitu memperhatikanku. Hingga suatu saat, Kakak-mu bertanya padaku "Van, kamu keliatan kecapean, badanmu nga kurus sih, tapi kamu kelihatan lelah, kurang tidur". Seperti biasa, aku bilang padanya "Harap Maklum hehehe" Terus katanya dengan serius "van, jaga badanmu.Tadi malam papanya telp. sudah kubilang kalau kau sering kesini. Kamu sudah banyak berkorban untuk dia sampai sering datang kesini" terus sambil tersenyum dia bilang "Pengorbanan cinta nih yeee!". Saat itu.... kutatap wajahnya, dan dengan serius kukatakan "Jem, kamu mungkin lihat aku seperti ini, kecapean, lesu, badanku lemes. Tapi terus terang, dalam hatiku jauh berbeda. Aku lakukan ini bukan karena pengorbanan. Ini keinginanku sendiri, kadang kupikir tak ada hubungan dengan dia., aku membutuhkan dia lebih banyak daripada dia membutuhkan aku. So, ini lebih untuk diriku sendiri :) " -end-
Monday, January 06, 2003
Saat duduk disini, kuteringat lagi padamu. Disetiap sudut rumahku memiliki kenangan bersamamu. Entah sudah berapa lama kita tak bertemu. Kuselalu yakin, seandainya sekali saja kita berjumpa, mungkin pikiranmu akan berubah. Tapi untuk apa? sekarang tak ada gunanya lagi..... Tak ada lagi harapan tersisa........
Aku tak pernah marah kamu dekat dengan yang lain, karena aku tahu, saat kita terpisah jauh, mereka hanyalah boneka² tempat kamu melampiaskan rasa rindu padaku. Dan yang telah kita lakukan, yang kita jalani jauh melebihi dari apa yang kamu jalani bersama mereka. Walau harus kusesali, karena itulah kamu meninggalkan aku. Kebebasan yang selama ini kuberikan, dengan landasan kepercayaan pada cinta kita, menjadi bumerang buatku...... Memang harus kuakui, saat bertemu denganmu, aku begitu naif dan polos untuk percaya pada keagungan ciptaan Tuhan. Setelah semuanya berakhir, kurenugi semuanya. Bukan salah Tuhan kita berpisah. Seandainya kamu ingat kataku, aku selalu ucapkan, bahwa rencana Tuhan itu selalu berakhir dengan indah, dan saat kita menghadapi cobaan yang membuat kita pada akhirnya harus menerima kemalangan maka itu berasal dari kuasa kegelapan. Apa yang harus aku katakan sekarang ? aku menangis untuk menyangkal bahwa cinta kita berakhir dengan kemalangan. Hanya karena pesona dunia, kamu harus meninggalkan aku. Dan akupun sekarang tak bisa kembali seperti dulu. Kuinginkan hatiku seperti dulu. Tapi tak mungkin, sudah terlalu banyak racun yang kuminum. Racun yang membuatku kehilangan rasa hormat akan agungnya cinta. Dan itulah yang paling kusesali. Sampai kapan aku harus menunggu keajaiban, menanti kedatangan seseorang yang bisa menjadi penawar racun itu ? karena kamupun sudah tak mungkin. Kamu akan segera menikah, terlalu cepat bahkan terlalu mudah setelah kita berpisah. Selama ini masih tersimpan harapan untukmu, tapi sekarang... sekarang sudah tak ada lagi. Yang tersisa hanya diriku, hanya aku dengan segala kekacauan ini. Setelah kepergianmu, aku tak tahu harus percaya siapa, atau apa, kemalangan itu sudah menjatuhkan aku ke jurang yang terdalam. Aku laki-laki, mungkin menjadi yang terlemah diantara kaum ku. Laki-laki seharusnya tidak begini. Hanya saja, cinta itu hanya satu...... dan aku tak pernah menyesal telah memberikannya untukmu...........................
Sunday, January 05, 2003
Dari Kemarin sampai hari ini masih hujan. Bikin Kesal, pakean nga ada yang kering, mana kolor belom diganti. Sudah mulai terasa gatal, mungkin sudah seminggu aku pake kolor yang sama
Saturday, January 04, 2003
Sometimes late at night, I lie awake and watch her sleeping
She's lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart
*Lagu yang mengingatkanku pada sebuah penyesalan*
Friday, January 03, 2003
Weh.. hari ini rencananya cari script baru buat blogger, malah ketemu si tanto (Black_Cat) ama si Edun (Discovery). MAna si tanto dengan genitnya ngirim pic. Nih buat kalian nih pic si tanto gondrong hehehhe
*** tio (CyberNet@203.77.113.7722) Quit (Exit: Malam yang kelam tak ada cahaya rembulan sendiri meratapi nasip & kesendirian, entah kapan semua ini berakhir, tak ada lagi kesunyian tak ada lagi kegelapan tak ada lagi kesedihan & penderitaan yang kian bertambah yang ada hanyalah kegembiraan, keba...) <-- nah lo!! si Tio Gendheng kadang romantis juga huehuehue
Thursday, January 02, 2003
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tahun 2002, mungkin jadi tahun terberat dalam hidupku. Masih membekas kuat dalam ingatanku, awal tahun lalu aku masih sempat tersenyum, tertawa, begitu bahagia merayakan tahun Baru, walau aku tak tau apa yang akan kuhadapi setelahnya. Kegiatanku di awal tahun lalu, tak banyak berubah, seperti biasanya, hal yang rutin kulakukan : kuliah + chatting + pacaran dan dipacari :P~ + olahraga. Banyak kendala yang aku hadapi, terutama soal kuliah, ya itulah susahnya ambil dua jurusan, gara² chatting jadi nga bisa bagi waktu :P~. Sebenernya bukan chatting aja sih, waktu itu aku lagi demen ama ngutak ngatik script flash, php, xml, (itu di bantu ama bang charles juga sedikit dorongan dari Bosen). Walau nga bisa kuasai semuanya, setidaknya cukuplah menyita waktu untuk balajar itu.
Seperti umumnya anak muda, badai terbesar (klo bole dibilang badai) tahun lalu itu datang dari soal percintaan. Bayangkan, setahun aku harus berpisah dengan 3 orang kekasih hatiku, yang semuanya sudah terlanjur aku cintai. Tak ada satupun yang tersisa kecuali mulai dari awal lagi. Diantara cinta itu, perpisahan yang sempat membuatku jatuh sakit, ketika harus melepas kepergian cinta yang sudah susah payah kupertahankan selama 3 Tahun. Ya, bukan waktu yang terlalu lama sih, tapi harus kuakui hatiku telah menjadi miliknya (mungkin nanti blog ini akan bercerita tentang dirinya). sebelum berpisah dengannya, saat itu aku telah menjalin cinta juga dengan seseorang, walau mungkin cinta yang kumiliki tak seperti yang pertama, tapi cinta yang diberikannya untukku benar²... kalau boleh dibilang terlalu hebat, dan begitu tulus. Ya... itulah, aku tak pernah bisa menolak ketulusan seorang wanita (apalagi aku telah berterusterang sudah punya pacar). Dari tutur katanya yang lembut, apalagi klo dia lagi nyanyi, kharisma kelembutan seorang wanita yang dipancarkannya, sempat membuatku mencintai dirinya. Dan aku pun harus melepaskannya karena aku berusaha untuk jujur terhadap perasaanku sendiri, dan melihat hubungan kami kedepan. Dan Cinta yang ketiga, Tahun lalu, ehmm... ya ini sedikit unik, soalnya di cyber (dulu aku tak percaya cyberlove) tapi dia orang pertama yang perlihatkan klo cyber love itu bisa dijadikan tumpuan harapan. Sayangnya nga pernah ketemu, dan juga banyak kendala dalam hubungan kami, walau begitu, secara emosional , dia berhasil menggugah hatiku, dan bikin aku kepikiran mulu, sempat stress juga (baru sekali itu emosiku, hasratku ikut hanyut dalam dunia cyber dan menjadi nyata, padahal aku udaH 3,5 thn chatting). Dan... akhirnya aKU pun harus melepaskan dia, karena akhirnya kusadari, jiwaku tak bisa menyatu dengan nya. Tapi klo soal ketulusan, aku tau dia bener² tulus, dia memang pernah mencintaiku :) .
So.... itulah Tahun 2002, banyak mengukir hatiku, banyak mengukir batinku, banyak mengukir pikiranku, hingga saat ini untuk pertama kalinya kurasakan kesendirian, kesunyian, walau disekitarku banyak hal² yang pasti bisa membuatku tersenyum,tertawa, dan merasakan kebahagiaan yang hambar........so its me, lonely man forever. Dengan semangat yang tersisa, aku harus terus melangkah....................Selamat Tinggal Badai 2002.......................
*Aku mencoba untuk hadapi kenyataan, aku tak akan mencari alasan untuk membenarkan diri, aku memang sudah salah melangkah....*
Sepuluh Jam sebelum pergantian tahun, aku masih aja bengong, pusing mikirin bakal bikin acara apaan buat nanti malam. Soalnya temenku nga ada yang bisa bantu, di kompleks cuman ada 3 orang anak muda temasuk aku, sisanya anak-anak ABG, umur 17-san taon, cewek² lagi, tapi di pingit mirip udah mau nikah ama ortu mereka.
Tunggu-menunggu memang membosankan, sampai akhirnya aku dapat sms dari rumah Rumah nomer 2 (ditempati oleh 2 orang cewek yang sedang job training), isinya gini -"van, ada acara nga malam taon baru? Kita bisa bantu apa? "- nah, sms itu bikin mataku nyala, dengan semangat `45 kucoba cari ide, dan akhirnya memang harus bikin acara bakar² ikan mirip taon lalu, walau cuman aku sendiri, pokoknya harus jalan. Pas lagi keluarin mobil buat ke Pasar ikan, datanglah 2 orang temenku yang tinggal di Rumah nomer 9, dengan badan yang basah kuyup (hujan deras sore itu). Akhirnya bertiga kami meluncur ke pasar ikan. Brrrmm.....juusssjuussss
Pulang dari pasar, langsung persiapan panggung kecil-kecilan buat nanti malam. Rencananya mau bikin live music aja di kompleks, tapi berhubung rencananya mendadak, jadi studio music udah kehabisan alat² karena udah lebih dulu disewa orang lain. Dapetnya cuman Gitar Bass aja. Walhasil, dua Gitar bolong di rumah dipaksain jadi rhytim ama melody. LAlu datanglah dua ekor cewek itu, dari rumah nomer 2, mereka baru saja pulang dari kantor tempat mereka training. Dengan tampang lemah gemulai karena kecapean, mereka masih bisa tersenyum sambil nanya "Van, kita bisa bantu apa?" hohohoho itu pertanyaan bikin aku gemes ama cakepnya mereka. Dengan rada gugup, kujawab "mbak maunya gimana? apa bagian konsumsi aja yah hehhehe soalnya aku udah abis ni modalnya", dan mereka oke² aja. Dalam hati kubilang "amaaaannnnnn hehhehhe". Dan mereka pun langsung pergi belanja di Mall. Aku mesti tinggal di kompleks ngatur dekor, terpaksa aku harus rela mereka dianter oleh temenku (padahal maunya aku yang nganter huiehuehue). 2 jam persiapan, ngangkat sound systim, ngangkat tape, mixer, weks, capeks lah, mana cuman berdua yang kerja, dan semua ngambilnya dari rumahku. Kena omel² nyokap, tapi aku mah cuek aja.
Akhirnyaaaa.......... Acaranya jadi juga. Semua udah selesai di siapin.... (bersambung)